Biografi Penulis

Assalamualaikum Wr.Wb.
Sebelum melangkah lebih jauh ada pepatah yang mengatakan tak kenal maka tak sayang, namun karena evolusi pepatah tersebut berganti menjadi tak kepo maka tak sayang hehe. Perkenalkan nama lengkap saya Fakhrurrazi Waridi Sidqi, saya lahir dengan darah Sunda tepatnya pada tanggal 7 November 1998 di Cikampek. Jika sekilas melihat kebelakang, hidup saya adalah rantauan. Kecil di Cikampek, tumbuh remaja di Jeddah Saudi Arabia, lalu saya lanjutkan pendidikan di Kota Tasikmalaya dan kini saya berpijak di Intitut Teknologi Nasional (ITENAS) Kota Kembang Bandung. Seperti air yang mengalir disungai, saya ikuti Skenario sang Pencipta dengan berpegang teguh kepada-Nya.

Oke langsung aja, disini saya akan memberikan pengalaman saya selama bersekolah dikampus SMK Bina Putera Nusantara. Tepatnya pada tanggal 01 Juli 2013 secara resmi menjadi seorang Siswa disana. Atas dorongan orang tua, khususnya Bapak. Karna bapak saya orang kimia dan diTasik kbetulan ada Jurusan Kimia Analis maka saya masuk. Duduk dibangku kelas 1 sebagai junior tuh lagi masanya menikmati ospekan kaka kelas hehe. Awalnya cukup asing mendengar kata kimia, namun saya tekuni jalan saya ini dengan sungguh-sungguh. Pas MOPD tiap murid diberi nama samaran, yaa yg berkaitan dengan kimia sih. Waktu itu nama samaran saya asam nitrat (HNO3), pas denger aneh juga ya emangnya ane asem hahaha, biasa dulu blom tau apa itu asam nitrat. Kesini-sini saya tau Asam nitrat bukan sembarang asam, ia adalah asam kuat yg pastinya kita harus hati-hati.

Berjalan dikelas 1 saya mendalami dasar-dasar kimia seperti kimia dasar, TDPL (Teknik Dasar Pekerjaan Laboratorium), kimia organik dll, dibarengi juga sama pelajaran umum sperti bahasa indonesia, inggris, matematika, fisika, dll. Di BPN guru-gurunya pada baik, jadi enjoy pas kita belajar. Khususnya guru kimia, dikalangan murid guru kimia tuh terkenal dengan ketegasan dan religiusnya neh. Haha  anak jurusan lain pada takut kalo lagi ulangan dapet pengawas dari guru kimia. Tapi acungan jempol kok, guru kimia itu pada gokil, rame dan religius. Walaupun tegas namun tegasnya untuk mendidik biar kita jadi pelajar yang berkarakter ya! Saya yakin ada sebagian ade-ade yg masuk BPN karna perintah orang tua & berlawanan dgn keinginan ade. Saya saranin neh buat ade-ade yg mungkin mau meneruskan sekolah ke SMK Bina Putera Nusantara, kita harus luruskan niat kita dulu, kita harus yakin kita bisa & jangan banyak mengeluh agar jalan yg kita lalui diberkahi kemudahan dan kelancaran, aamiin.

Singkat cerita saya udah kelas 2, dikelas ini biasanya akan diadakan KII atau Kunjungan Instansi dan Industri agar kita tau intansi atau industri apa sih yang berhubungan dengan Kimia Analis. Waktu itu saya sempat berkunjung ke LIPI Cibinong Bogor atau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. LIPI adalah salah satu tempat penelitian guna menciptakan inovasi dibidang bioteknologi dll. Bukan hanya itu, KII juga kita akan mengunjungi tempat rekreasi lain kayak ancol, dufan, atau trans studio bandung. Dari sana kita akan makin bersyukur, bahwa kimia itu AMAZING. Yang tadinya dikelas 1 kita hanya meraba dasar kimia, sekarang kita dikasih gambaran penerapan ilmu kimia diindustri-industri. Setelahnya kita akan diperjelas dengan pelajaran-pelajaran dikelas 2, kita akan mengkaji lebih dalam tentang kimia. Dikelas 2 kita akan sering praktek, kita akan banyak bertemu dengan apa itu Jurnal Praktikum, Erlenmeyer, Beaker Glass, Pipet dll. Nah disitu sangat rame! Yang awalnya dikelas 1 kita jenuh berteori kimia, skarang kita bisa hajar kejenuhan itu dengan praktikum. Kelas 1 sengaja teorinya banyak agar kita paham betul, sehingga dikelas 2 kita praktek bukan asal praktek, tapi dilandasi teori yg sudah kita pelajari.



Saya punya saran lagi nih. Saat belajar kita jangan takut salah oke, kalo kita takut salah kapan kita benernya? Jangan malu atau takut salah kalo bertanya, justru disana lah ada poin tersendiri yg guru kasih ke kita hehe. Menurut saya, duduk dibangku kelas 2 itu waktu yang sangattt berharga. Kita jangan nyerah apalagi sampe bolos ya. Ingat kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya & kepercayaan orang tua, guru, dll itu susah didapat. Kelas 2 adalah masa-masanya kita sibuk ya ngejurnal, praktek, laporan, tugas, PR, dll. Saya inget waktu saya KII guru Olah Raga yaitu Bpk. Dudung bilang k saya “Bergabunglah dengan organisasi biar kamu cepat dewasa”. Hati saya bergerak, waktu itu saya masuk organisasi kemanusiaan (PMR) dan Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS TASIK). Alhamdulillah di PMR bukan hanya ilmu pertolongan medis dasar saja yg saya dapat, tapi pelajaran hidup juga saya dapat.

Hehe menyelam sambil minum air, alhamdulillah lewat organisasi itu saya menoreh prestasi seperti juara 2 lomba Pertolongan Pertama tingkat JawaBarat, tingkat Priangan Timur, Tingkat Kota/Kab. Tasikmalaya, dll. Waktu luang selama sekolah disamping untuk mengerjakan tugas, saya isi dengan organisasi. Dari pada dirumah ya kan, tidur atau main kesana sini mending kita ikutan organisasi biar kita dapetin ilmu yg tidak diajarkan dikelas.


Kelas 2 akan ada sleksi lomba kreativitas siswa (LKS) tingkat Kota. Nah sebelum kita maju tingkat Kota, kita bakal disaring oleh pihak sekolah. LKS jurusan kimia biasanya lomba kimia adaptif, jadi ga ada salahnya nih kita coba ikut sleksi siapa tau kita bisa menoreh prestasi disitu.

Naik kelas 3 kita akan dipencar untuk PRAKERIN (Praktek Kerja Industri), biasanya jurusan Kimia Analis akan dipencar keluar kota yakni ke daerah-daerah industri kayak Bogor, Purwakarta, Bekasi, Tanggerang, Jakarta, banyak deh. Disini kita akan merasakan bagaimana rasanya hidup sebagai perantau, disiplin ilmu akan menjadi nomor satu. Saat PRAKERIN usahakan dapat serius dan mencoba hal-hal yg baru yg tidak pernah kita dapat disekolah. Misalnya pas saya prakerin, saya belajar alat-alat canggih seperti ICP-OES (Inductively Coupled Plasma-Optical Emission Spectroscopy) yg disekolah atau industri mana pun jarang ditemukan, sehingga kita punya keahlian kompetensi tersendiri hehe.



Sekian pengalaman yang bisa saya bagi, semoga bermanfaat ya! Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan, saya terbuka untuk menerima kritikan yang membangun. Terimakasih, Wassalamualaikum Wr.Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar