KIMIA
ANALITIK TERPADU
ANALISIS
KESADAHAN AIR
XII KIMIA ANALIS 3
1. FAKHRURRAZI WARIDI SIDQI
2. YESSI YOLANDA
3. YULI YULIANTI
A. PENDAHULUAN
Kesadahan atau hardness adalah
salah satu sifat kimia yang dimiliki oleh air. Penyebab air
menjadi sadah adalah karena adanya ion-ion Ca2+ dan
Mg2+ atau dapat juga disebabkan karena adanya ion-ion lain dari polyvalent metal (logam bervalensi
banyak) seperti Al, Fe, Mn, Sr dan Zn dalam bentuk garam sulfat, klorida dan
bikarbonat dalam jumlah kecil.
Pengertian kesadahan air adalah kemampuan air mengendapkan sabun,
dimana sabun ini diendapkan oleh ion-ion yang telah sebutkan diatas.
Karena penyebab dominan atau utama kesadahan adalah Ca2+ dan Mg2+,
khususnya Ca2+, maka arti dari kesadahan dibatasi sebagai
sifat atau karakteristik air yang menggambarkan konsentrasi jumlah dari ion Ca2+ dan
Mg2+, yang dinyatakan sebagai CaCO3. Air
sadah menyebabkan sabun sukar berbuih karena ion-ion Ca2+ dan
Mg2+ akan mengendapkan sabun.
1. Jenis-Jenis Kesadahan Air
Pembagian jenis kesadahan air sadah digolongkan menjadi dua jenis. Berdasarkan
sifatnya, kesadahan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
a)
Air sadah sementara
Air
sadah sementara adalah air sadah yang mengandung ion bikarbonat (HCO3-),
atau boleh jadi air tersebut mengandung senyawa kalsium bikarbonat Ca(HCO3)2
dan atau magnesium bikarbonat Mg(HCO3)2. Air yang
mengandung ion atau senyawa-senyawa tersebut disebut air sadah
sementara karena kesadahannya dapat dihilangkan dengan pemanasan air,
sehingga air tersebut terbebas dari ion Ca2+ dan atau Mg2+.
Dengan jalan pemanasan senyawa-senyawa
tersebut akan mengendap pada dasar ketel. Reaksi yang terjadi adalah:
2HCO3- (aq) →
CO32- (s) ↓ + CO2 (g)
Ion CO32- akan
mengendapkan Ca sebagai CaCO3 dan Mg sebagai MgCO3,
dengan reaksi sebagi berikut:
Ca(HCO3)2(aq) →
CaCO3(s) ↓ + H2O (l) + CO2
(g)
Mg(HCO3)2 (aq) → MgCO3¬ (s) ↓ + H2O (l) + CO2 (g)
Mg(HCO3)2 (aq) → MgCO3¬ (s) ↓ + H2O (l) + CO2 (g)
b)
Air sadah tetap
Air
sadah tetap adalah air sadah yang mengadung anion selain ion
bikarbonat, misalnya dapat berupa ion Cl–, NO3- dan
SO42-. Berarti senyawa yang terlarut boleh jadi berupa
kalsium klorida (CaCl2), kalsium nitrat (Ca(NO3)2),
kalsium sulfat (CaSO4), magnesium klorida (MgCl2),
magnesium nitrat (Mg(NO3)2), dan magnesium sulfat (MgSO4).
Air yang mengandung senyawa-senyawa tersebut disebut air sadah tetap, karena
kesadahannya tidak bisa dihilangkan hanya dengan cara pemanasan. Untuk
membebaskan air tersebut dari kesadahan, harus dilakukan dengan cara kimia,
yaitu dengan mereaksikan air tersebut dengan zat-zat kimia tertentu. Pereaksi
yang digunakan adalah larutan karbonat, yaitu Na2CO3 (aq) atau K2CO3 (aq).
Penambahan larutan karbonat dimaksudkan untuk mengendapkan ion Ca2+ dan atau
Mg2+.
CaCl2 (aq) + Na2CO3
(aq) → CaCO3 (s) ↓ + 2NaCl (aq)
Mg(NO3)2 (aq) + K2CO3 (aq) → MgCO3(s) ↓ +2KNO3(aq)
Mg(NO3)2 (aq) + K2CO3 (aq) → MgCO3(s) ↓ +2KNO3(aq)
Dengan
terbentuknya endapan CaCO3 atau MgCO3 berarti air tersebut telah terbebas dari
ion Ca2+ atau Mg2+ atau dengan kata lain air tersebut telah terbebas dari
kesadahan.
2. Dampak yang Ditimbulkan Kesadahan
Air
sadah tidak begitu berbahaya untuk diminum, namun dapat menyebabkan beberapa
masalah. Air sadah dapat menyebabkan pengendapan mineral, yang menyumbat saluran pipa
dan keran. Air sadah juga menyebabkan pemborosan sabun di rumah tangga, dan air
sadah yang bercampur sabun tidak dapat membentuk busa, tetapi malah membentuk
gumpalan soap scum (sampah
sabun) yang sukar dihilangkan. Efek ini timbul karena ion 2+
menghancurkan sifat surfaktan dari sabun dengan membentuk endapan padat (sampah
sabun tersebut).
Ca2+ (aq) + 2RCOONa
(aq) → Ca(RCOO)2 (s) ↓ + 2Na+
(aq)
Dengan
terbentuknya endapan, maka fungsi sabun sebagai pengikat kotoran menjadi kurang
atau bahkan tidak efektif. Sabun akan berbuih kembali setelah semua ion Ca2+
atau Mg2+ yang terdapat dalam air mengendap. Lain halnya
dengan detergen, detergen tidak bereaksi dengan ion Ca2+ atau Mg2+
sehingga detergen tidak terpengaruh oleh air sadah.
Dalam industri, kesadahan air
yang digunakan diawasi dengan ketat untuk mencegah kerugian. Pada industri yang
menggunakan ketel uap, air yang digunakan harus terbebas dari kesadahan. Hal
ini dikarenakan kalsium dan magnesium karbonat cenderung mengendap pada
permukaan pipa.
Senyawa
kompleks adalah senyawa yang terbentuk melalui ikatan kovalen koordinat, yaitu
ikatan yang terjadi melalui pemakaian bersama pasangan elektron dengan sumber
elektron hanya 1 gugus atau unsur terbentuk senyawa.
Ikatan
kovalen koordinat pada senyawa kompleks terjadi antara atom pusat (ion logam)
dengan penyedia elektron (ligan). Atom pusat menyediakan orbital dan ligan
menyediakan pasangan elektron. EDTA
adalah singakatan dari Ethylene Diamine Tetra Acid, yaitu asam amino yang
dibentuk dari protein makanan. Zat ini sangat kuat menarik ion logam berat
(termasuk kalsium) dalam jaringan tubuh dan melarutkannya, untuk kemudian
dibuang melalui urin.
Eriochorome Black T (EBT) adalah indikator
kompleksometri yang merupakan bagian dari titrasi pmgompleksian contohnya
proses determinasi kesadahan air. Eriochrome Black T berwarna hitam kemerahan.
Lalu berubah menjadi biru dengan kalsium dan magnesium atau ion logam lain.
Nama lain dari Eriochrome Black T adalah, solochrome Black T atau EBT (Anonima,2010).
Suatu kelemahan Eriochrome Black T adalah larutanya tidak stabil. Bila disimpan
akan terjadi pengurairan secara lambat, sehingga setelah jangka waktu tertentu
indikator tidak berfungsi lagi. Kalsium dapat ditentukan secara langsung dengan EDTA
bila pH contoh uji dibuat cukup tinggi (pH 12-13), sehingga magnesium akan
mengendap sebagai magnesium hidroksida dan pada titik akhir titrasi indikator
Eriochrome Black T (EBT) hanya akan bereaksi dengan kalsium saja membentuk
larutan berwarna biru. Dari cara ini akan didapat kadar kalsium dalam air (Ca).
B. TUJUAN
Mengetahui kualitas suatu air dengan
mengujinya melalui analisis kesadahan air metode titrasi kompleksometri.
C.
PRINSIP
Garam Dinatrium Etilen Diamin Tetra Asetat
(EDTA) akan bereaksi dengan kation logam tertentu membentuk senyawa kompleks
kelat yang larut. Pada pH 10 ±0,1, ion-ion kalsium dan magnesium dalam contoh
uji akan bereaksi dengan indikator Eriochrome Black T (EBT) dan membentuk
larutan berwarna merah keunguan. Jika Na2EDTA ditambahkan sebagai titran,
maka ion-ion kalsium dan magnesium akan membentuk senyawa kompleks, molekul indikator
terlepas kembali, dan pada titik akhir titrasi larutan akan berubah warna dari
merah keunguan menjadi biru.
D.
ALAT dan BAHAN
1. Alat
:
a)
Neraca
analitik
b)
Beaker
glass 250 mL
c)
Labu
ukur 50 mL dan 100 mL
d)
Pipet
volume 10 mL
e)
Pipet
tetes
f)
Erlenmeyer
250 mL
g)
Klem
dan Statif
h)
Buret
50 mL
i)
Pembakar
spirtus
j)
Kaki
tiga dan Kassa
k)
Gelas
ukur 10 mL
l)
Bola
hisap
m)
Kaca
arloji
n)
Spatula
o)
Botol
semprot
2. Bahan
:
a)
CaCO3
b)
EDTA
c)
Indikator
EBT
d)
Buffer
Salmiak, NH4OH
e)
HCL
f)
Aquades
g)
Kertas
pH universal
h)
Spirtus
E.
PROSEDUR KERJA
1. Membuat larutan Standar buffer salmiak pH 10
a)
Ditimbang
sebanyak 71 mL
b)
Campurkan
dengan 8,75 gram amonium
c)
Encerkan
dengan aquades pada labu ukur 250 mL
d)
Sesuaikan
pH hingga pH 10 dengan ditambahkan NH4OH
2. Pembuatan latutan standar CaCl.2H2O 0,1
M 100 mL
a) Ditimbang sebanyak ............ gr CaCl.2H2O
b) Masukkan kedalam labu ukur 100 mL
c) Tanda bataskan dengan aquades dan homogenkan
3. Standarisasi larutan standar EDTA dengan larutan standar primer CaCl.2H2O
a) Pipet 10 mL dan masukkan kedalam Erlenmeyer 250 mL
b) Tambahkan 2 mL
larutan buffer salmiak
c) Tambahkan ±50 mg indikator EBT
d)
Titrasi dengan larutan EDTA sampai terjadi perubahan warna ungu menjadi biru
e) Lakukan titrasi duplo
f) Hitung konsentrasi larutan standar EDTA
4.
Penetapan Konsentrasi
a) Dipipet sebanyak 10 mL dan masukkan kedalam Erlenmeyer 250 mL
b) Tambahkan 2 mL
larutan buffer salmiak
c) Tambahkan ±50 mg indikator EBT
d) Titrasi dengan larutan EDTA sampai terjadi perubahan warna ungu menjadi biru
e) Lakukan titrasi duplo
f) Hitung kesadahan air melalui perhitungan
F. DATA PENGAMATAN dan PENIMBANGAN
1.
Berat kaca arloji kosong :
23,4114 gram
2.
Berat CaCl.2H2O : 1,4709 gram
3.
Berat EDTA :
37,2001 gram
4.
Standarisasi larutan EDTA 0,1 N terhadap
larutan baku primer CaCl.2H2O
Titrasi
|
V. CaCl.2H2O
|
V. EDTA
|
Perubahan
warna
|
1
|
10,00
mL
|
13,10
mL
|
Ungu menjadi biru
|
2
|
10,00
mL
|
13,00
mL
|
Ungu menjadi biru
|
Rata-rata
|
10,00
mL
|
13,05
mL
|
Ungu menjadi biru
|
5.
Penetapan kesadahan
pada sampel limbah cair
Titrasi
|
V. Sampel
|
V. EDTA
|
Perubahan
warna
|
1
|
10,00
mL
|
0,20
mL
|
Ungu menjadi biru
|
2
|
10,00
mL
|
0,20
mL
|
Ungu menjadi biru
|
Rata-rata
|
10,00
mL
|
0,20
mL
|
Ungu menjadi biru
|
G. PERHITUNGAN
1.
Pembuatan larutan baku primer CaCl.2H2O yang harus ditimbang

2.
Molaritas
larutan baku CaCl.2H2O yang sebenarnya

3.
Standarisasi larutan
baku EDTA terhadap LBP CaCl.2H2O
4.
Penetapan
kesadahan dalam sampel dalam ppm
H. PEMBAHASAN
Penetapan
kadar kesadahan pada sampel limbah air menggunakan metode titrasi
kompleksometri digunakan CaCl.2H2O sebagai larutan baku primer dan
EDTA sebagai larutan baku sekunder. Kompleksomtri adalah metode analisa yang
didasarkan pada pembentukan senyawa kompleks dari hasil titrasi. Kompeks
senyawa ini dinamai sebagai kelat. Kelat adalah senyawa yang terbentuk melalui
ikatan kovalen koordinat, yaitu ikatan yang terjadi melalui pemakaian bersama
pasangan elektron dengan sumber elektron hanya 1 gugus atau unsur terbentuk
senyawa.
Ikatan
kovalen koordinat pada senyawa kompleks terjadi antara atom pusat (ion logam) dengan
penyedia elektron (ligan). Atom pusat menyediakan orbital dan ligan menyediakan
pasangan elektron. EDTA
sangat kuat menarik ion logam berat (termasuk kalsium) dalam jaringan tubuh dan
melarutkannya, untuk kemudian dibuang melalui urin. EDTA dalam titrasi
kompleksometri digunakan sebagai ligan. EDTA menyediakan 1-6 pasang elektron. 4
karboksilat yang dimiliki EDTA akan melepaskan 4 ioh H+.
Konsentrasi EDTA hanya dinyatakan molar karena :
1.
EDTA
memiliki 6 pasangan elektron yang dapat digunakan untuk berikatan kovalen
koordinat sebagian atau seluruhnya.
2.
Dengan
logam apapun EDTA bereaksi membentuk kompleks dengan perbandingan 1:1
Titrasi
dapat ditentukan dengan adanya penambahan indikator yang berguna sebagai tanda
tercapai titik akhir titrasi. Ada lima syarat suatu indikator ion logam dapat
digunakan pada pendeteksian visual dari titik-titik akhir yaitu
1.
Reaksi warna harus sedemikian sehingga sebelum titik
akhir, bila hampir semua ion logam telah berkompleks dengan EDTA, larutan akan
berwarna kuat.
2.
Reaksi warna tersebut harus spesifik (khusus) atau
sedikitnya selektif.
3.
Kompleks-indikator logam itu harus memiliki kestabilan
yang cukup. Jika tidak, maka tidak akan diperoleh perubahan warna yang tajam.
Namun, kompleks-indikator logam tersebut harus kurang stabil dibanding kompleks
logam-EDTA untuk menjamin agar pada titik akhir, EDTA memindahkan ion-ion logam
dari kompleks-indikator logam ke kompleks logam-EDTA harus tajam dan cepat.
4.
Kontras warna antara indikator bebas dan
kompleks-indikator logam harus sedemikian sehingga mudah diamati. Indikator
harus sangat peka terhadap ion logam sehingga perubahan warna terjadi sedikit
mungkin dengan titik ekuivalen.
5.
Penentuan kalsium dan magnesium dapat dilakukan dengan
titrasi EDTA, pH untuk titrasi adalah 10 dengan indikator EBT. Pada pH tinggi (pH
12), Mg(OH)2 akan mengendap, sehingga EDTA dapat dikonsumsi
hanya oleh Ca2+.
Air sadah tidak begitu berbahaya untuk diminum, namun dapat menyebabkan
beberapa masalah. Air sadah dapat menyebabkan pengendapan mineral, yang menyumbat saluran pipa
dan keran. Air sadah juga menyebabkan pemborosan sabun di rumah tangga, dan air
sadah yang bercampur sabun tidak dapat membentuk busa, tetapi malah membentuk
gumpalan soap scum (sampah sabun) yang sukar dihilangkan. Oleh karena
itu, analisis terhadap kesadahan air perlu dilakukan.
I.
KESIMPULAN
Dari hasil analisis penetapan kadar kesadahan total
pada sampel air limbah menggunakan metode titrasi kompleksometri, diperoleh
hasil kesadahan total pada sampel adalah 1532 ppm. SNI 06-6989.13-2004 mensyaratkan kadar
kesadahan total pada air limbah adalah 200 ppm.




makasih gan sangat membantu :D
BalasHapusoke sama sama gan
BalasHapus